Minggu, 04 Agustus 2013
Minggu, 04 November 2012
Tipe-Tipe Lapangan Tenis
1. Grass Court (lapangan rumput)
Seperti namanya, lapangan ini
terbuat beralaskan rumput namun tentu saja yang ditumbuhkan pada tanah yang
keras agar memiliki pantulan. Karakteristik lapangan ini adalah yang tercepat
dalam hal laju bola di lapangan. Bola cenderung untuk meluncur dan hanya
sedikit memiliki efek pantulan karena friksi minimum yang dihasilkan dari
lapangan rumput. Karena biaya perawatannya yang mahal terutama untuk perawatan
rumput dan tanahnya, saat ini lapangan rumput sudah jarang dijumpai.
2. Hard Court (lapangan semen)
Lapangan ini adalah lapangan
tenis yang paling populer di mana-mana. Umumnya lapangan hardcourt terbuat dari
semen atau dibeberapa tempat terbuat dari bahan pasiran yang di aspal.
Karakteristik lapangan ini termasuk cepat-sedang, tergantung dari bahan yang dibuat
untuk lapangannya. Untuk lapangan yang terbuat dari semen memiliki
karakteristik cepat, tapi untuk yang berbahan pasir atau kerikil yang di aspal
umumnya sedang. Di luar negri terdapat pula bahan sintetis untuk melapisi
lapangan tenis, contohnya bahan Deco Turf (terbuat dari akrilik) dipakai untuk
lapangan di Flushing Meadows rumahnya US Open atau di Australian Open memakai
Rebound Ace.
3. Clay court (lapangan tanah liat)
Lapangan ini terbuat dari
serpihan-serpihan tanah liat atau pasiran dari batu bata yang dihancurkan.
Lapangan model ini umumnya memiliki karakteristik lambat. Laju bola yang
bergulir di lapangan memiliki putaran yang lambat sehingga memungkinkan bagi
pemain untuk dapat memainkan bola lebih lama dengan rally-rally yang panjang.
Di lapangan ini umumnya yang menguasai adalah baseliner karena sifatnya yang
lebih defensif. Pemain yang memiliki pukulan topspin akan menghasilkan pukulan
yang lebih melenting daripada biasanya di lapangan Hard Court. Lapangan clay
4. Indoor
Istilah ini sebenarnya lebih
pantas untuk masuk klasifikasi di luar negri. Di Indonesia lapangan indoor atau
dalam ruangan yang umumnya adalah lapangan hard court, walaupun ada juga
lapangan indoor clay seperti di lapangan tenis UMS 80, Kuningan, Jakarta.
Tetapi kalau di luar negri, terutama di Amerika dan Eropa, lapangan dilapisi
oleh karpet berbahan sintetis. ITF (International Tennis Federation) sendiri
mengartikan lapangan karpet itu berbahan dasar dari karet seperti yang
digunakan pada lapangan Tennis Masters. Namun ada pula yang memakai semacam
rumput sintetis ataupun kayu tetapi jarang.
Dari uraian di atas,
karakteristik lapangan tenis menurut laju bolanya kira-kira ada 2, yaitu: cepat
dan sedang-lambat. Permainan yang dimainkan di lapangan cepat (grass court dan
hard court) dimana bola meluncur dan efek pantulan sedikit terjadi sangat cocok
bagi pemain yang memiliki servis yang keras, pukulan yang flat (mendatar dan
tidak memantul) serta pemain volleyer. Contoh nyata pemain pro yang merajai di
lapangan cepat umumnya memiliki tipe service-volley, seperti John McEnroe,
Borris Becker, Pete Sampras dan All Around player seperti Roger Federer.
Sedangkan untuk lapangan sedang-lambat (hard court dan clay) pemain yang
memiliki permainan baseliner, biasa dengan rally-rally panjang dan
pukulan-pukulan topspin yang melenting akan diuntungkan di lapangan ini. Contoh
pemain pro yang merajai di lapangan sedang-lambat adalah Andre Agassi, Sergi
Bruguera atau raja clay saat ini yaitu Rafael Nadal.
Jadi tipe permainan pun mau tidak
mau tergantung dari lapangannya juga. Pemain yang biasa di lapangan lambat akan
tidak efektif bila mengaplikasikan pukulan-pukulan topspin-nya di lapangan
cepat terutama rumput dan sebaliknya pun begitu. Bahkan Federer pun hingga
sekarang masih belum bisa merebut Grand Slam di lapangan clay (French Open)
yang saat ini dikuasai Rafael Nadal, begitupun sebaliknya.
http://prasso.wordpress.com/2007/12/05/tipe-tipe-lapangan-tenis/
Bulutangkis
Bulutangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
Pada
permainan tunggal, bisa dikatakan berada di atas angin apabila selalu bisa: 1)
melakukan pukulan dengan posisi selalu berada di belakang bola, 2) sudah berada
di tengah lapangan sebelum lawan memukul bola dan 3) sebaliknya berusaha untuk
cepat berada pada posisi memukul sebelum lawan kembali ke tengah. Dalam posisi
ini artinya siap melakukan serangan yang mematikan
Permainan
ganda memiliki tuntutan yang agak berbeda dengan tunggal. Seorang pemain
yang footwork-nya kurang baik tetapi
memiliki kecepatan dan reflek pukulan serta power yang besar, bisa menjadi
pemain ganda yang baik (PB PBSI, tanpa tahun:44). Untuk memenangkan suatu
pertandingan dalam permainan bulutangkis adalah dengan melakukan serangan
kepada lawan, serangan hanya dapat dilakukan jika pemain sebelum menyerang
sudah meniliki rencana serangan atau menyusun serangan.
Bulutangkis Nasional
Olahraga bulu tangkis di Indonesia
sangat populer di masyarakat, apalagi banyak pemain yang mampu menjuarai
berbagai event kejuaraan dunia, maka perkembangan pelaksanaan kejuaraan
bulutangkis di Indonesia puan semakin pesat. Berbagai kejuaraan dilaksanakan di
Indonesia mulai dari tingkatan desa kelurahan hingga kejuaraan nasional bahkan
kejuaraan internasional. Pada umumnya, kejuaraan bulutangkis dapat
diselenggarakan oleh berbagai pihak. Kejuaraan bulutangkis juga sering
dilakukan pada tingkat perguruan tinggi. Selain itu, kejuaraan bulu tangkis
juga dilakukan oleh para pemain di berbagai klub bulutangkis di tingkat
kabupaten atau provinsi.
Dalam setiap kejuaraan, diketahui bahwa
banyak sponsor yang mendukung berbagai kejuaraan tresebut. Para sponsor tidak
hanya membiayai panitia dalam berbagai kegiatan tetapi juga memberikan
hadiah-hadiah menarik bagi para pemenangnya. Oleh karena itu, semakin banyak
kejuaraan yang dilakukan sebenarnya akan semakin mendorong para pemain
bulutangkis untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan dalam permainan
bulutangkis. Untuk itu para pemain harus selalu mencoba memberanikan diri
mengikuti berbagai event kejuaraan. Banyak manfaat yang bisa diambil oleh para
pemain. Misalnya bisa meningkatkan motivasi berlatih, bisa menimba berbagai
pengalaman baru dalam bertanding, dan bisa mengetahui batas kemampuan diri
sendiri. Bahkan dengan mrngikuti kejuaraan, pemain bulutangkis juga dapat
mengetahui kelemahan-kelemahan dan kekuatan yang dimiliki diri sendiri, selain
itu mereka juga bisa menjalin relasi,
kenalan, serta kerjasama dengan berbagai pihak.
Bagi seorang pemain yang baik, maka ada
kemungkinan klub-klub besar akan memminta dia untuk bergabung memperkuat klub
tersebut. Bahkan dalam kaitannya dengan lapangan pekerjaan, ternyata cukup
banyak kantor pemerintah maupun swasta yang sangat tertarik mencari karyawan
yang memiliki keahlian dalam bidang olahraga tertentu, salah satunya yaitu
bulutangkis.
Pengertian atletik
Atletik merupakan aktivitas
jasmani yang terdiri atas gerakan-gerakan dasar yang dinamis dan harmonis yaitu
jalan, lari, lompat, dan lempar. Bila dilihat dari arti atau istilah “Atletik”
berasal dari bahasa Yunani yaitu athlon atau athlum yang berarti “lomba atau perlombaan
atau pertandingan”. Amerika dan sebagian di Eropa dan Asia sering memakai
istilah atletik dengan Track and Field. Di negara Jerman memakai kata Leicht
Athletik, dan negara belanda memakai istilah Athletic.
Atletik
juga merupakan sarana untuk pendidikan jasmani dalam upaya meningkatkan
kemampuan bimorik, misalnya kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelenturan,
koordinasi, dan sebagainya. Selain itu juga sebagai sarana untuk penelitian
bagi para ilmuwan.
Nomor-nomor dalam atletik yang
sering diperlombakan dapat diperinci sebagai berikut:
1. Nomor jalan dan lari
a.
Jalan cepat yang
diperlombakan untuk putri adalan 10 dan 20 km, dan putra 20 km dan 50 km.
b.
Lari
b.1 ditinjau dari jarak yang ditempuh:
b.1.1 lari jarak pendek (sprint) mulai dari 60 m
sampai dengan 400 m.
b.1.2 lari jarak menengah (middle distance) adalah 800
m dan 1500 m..
b.1.3 lari jarak jauh (long distance) adalah 3000 m
sampai dengan 42.195 km (marathon).
c. ditinjau
ari lintasan atau jalan yang dilewati:
c.1 lari di
lintasan tanpa melewati rintangan (flat) yaitu 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500
m, 10.000 m.
c.2 lari ladang atau cross country atau lari lintas
alam.
c.3 lari 300 m halang rintang (steplechase).
c.4 lari gawang
100 m, 400 m, gawang untuk putri, 110 m dan 400 m gawang untuk putra.
d. ditinjau
dari jumlah peserta dan jumlah nomor yang dilakukan dapat dibedakan:
d.1 lari
estafet yaitu4 x 100 untuk putra dan putri,
dan 4 x 400 m untuk putra dan putri.
d.2 combined
event (nomor lomba gabungan) yaitu panca lomba (untuk kelompok remaja), sapta lomba
(junior putra-putri dan senior putri, dan dasa lomba (senior putra).
2. Nomor lompat
a.
Lompat tinggi (high jump)
b.
Lompat jauh (long jump)
c.
Lompat jangkit (triple
jump)
d.
Lompat tinggi galah
(polevoult)
3. Nomor lempar
a.
Tolak peluru
b.
Lempar lembing
c.
Lempar cakram
d.
Lontar martil
Sabtu, 03 November 2012
AKLIMATISASI TUBUH TERHADAP PANAS
Sepanjang hari pada awal masa pelatihan dalam lingkungan baru yang lebih panas, atlet memperlihatkan suatu penurunan kemampuan untuk melakukan aktifitas latihannya dengan durasi dan intensitas yang sama dibandingkan dengan ketika melakukan latihan pada suatu lingkungan yang sejuk (suhu lingkungan yang nyaman). Penurunan kemampuan membasahi kulit dan gejala tanda-tanda lainnya yang disebabkan oleh tekanan panas biasanya yang mendampingi peristiwa ini (Hubbard dan Amstrong, 1998). Setelah beberapa hari melakukan latihan toleransi atlet terhadap iklim panas meningkat, terjadi ketika tubuh beradaptasi terhadap kombinasi tekanan dari batas yang dihasilkan oleh metabolisme internal dan suhu lingkungan tinggi.
Kemampuan
seseorang untuk beradaptasi dan melakukan latihan pada suhu lingkungan yang
panas disebut sebagai aklimatisasi tubuh terhadap panas (heat
accimatisation/HA), tergantung seberapa besar perubahan suhu yang
diakibatkan oleh perubahan lingkungan dan respon biologis seseorang, proses aklimatisasi
mungkin akan terjadi selama beberapa hari sampai beberapa bulan, berbeda pada
satu individu dan individu lainnya. Aklimasi panas mungkin menghasilkan respon
yang sama dengan aklimatisasi, namun aklimasi dengan cara mengawasi dan
mengatur suhu lingkungan.
Suatu studi perbandingan respon fisiologis
sebelum dan setelah HA menunjukkan bahwa
adpatasi terjadi selama ketika seseorang berlatih pada intensitas yang
terkendali sebesar 40-95% dari maksimal kekuatan aerobic (VO2Max): pengurangan
detak jantung, berkurang temperature inti badan, meningkatkan tolerasi terhadap waktu latihan, meningkatkan volume
plasma, dan berkurangnya beban psikologis tentang penggunaan dirasa (perceived
exertion) (Weger: 1988). Peningkatab pengeluaran keringat, peningkatan
penurunan kepekaan keringat (pelepasan keringat menyatakan setiap derajat
peningkatan temperature badan inti), dan berkurangnya sodium klorida
(Nacl)melalui keringat dan air seni juga teramati HA. Hasil dari perubahab ini
menggambarkan perpindahan panas dari inti tubuh ke kulit, dan akhirnya kepada
lingkungan.
Aklimatisasi terhadap panas oleh tubuh biasanya terjadi
dalam kurun waktu 7-14 hari karena efek fisiologi utamanya terjadi juga pada
rentang waktu tersebut. Untuk memulai
latihan pada tempat baru yang lebih panas sebaiknya intensitas dan volume latihan dikurangi
terlebihi dahulu dari porsi normal, kemudian ditingkatkan sedikit demi sedikit.
Intensitas dan durasi pemanasan juga harus dikurangi untuk menjaga suhu inti
tubuh dari peningkatan berlebih sebelum latihan penuh.
RENANG GAYA PUNGGUNG (BACK CRAWL STROKE)
Merupakan gaya yang paling berbeda dengan yang lainnya karena kita dengan posisi wajah menghadap ke atas, sehingga kita tidak bisa melihat ke depan.
1. Gerakan kaki
a. Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas)
b. Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak melenceng/berbelok
2. Gerakan tangan
a. Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala
b. Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang
c. Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal
d. Lakukan hal yang sama dengan tangan yang satunya
Jadi tangan kiri dan kanan bergerak secara bergantian, ketika tangan kiri keluar dari dalam air, tangan kanan masuk ke dalam air, begitu seterusnya.
3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas.
Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air.
Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan.
Tips :
1) Posisi kaki jangan terlalu di permukaan air, melainkan agak ke dalam masuk ke dalam air (hal ini akan membantu kecepatan ..juga memudahkan kepala tetap berada di atas)
2) Kaki terus bergerak, jangan berhenti (hal ini agar arah renang kita tidak melenceng/berbelok).
3) Telapak kaki agak diluruskan sedemikian rupa sehingga menjadi lurus / sejajar dengan tulang kaki
4) Posisi kedua kaki berdekatan satu dengan yang lainnya.
5) Dagu agak didekatkan ke dada, hal ini akan membantu kecepatan dalam berenang.
6) Gerakan tangan ketika masuk ke dalam air, maka sisi telapak tangan yang masuk ke dalam air terlebih dulu (hal ini memperkecil tahanan dari air)
sumber: www.allaboutswimming.blogspot.com
Menangkap bola (Catching)

Menangkap bola adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untuk dapat menguasai bola dengan tangan yang memakai glove, dari hasil pukulan atau lemparan teman (Parno, 1992 : 49). Menangkap bola yang biasa dilakukan oleh pemain dalam permainan yaitu bola lambung (fly ball) dan bola gulir (ground ball). Ada juga posisi menangkap bola yang harus dilakukan dengan sikap awal jongkok atau setengah jongkok yaitu posisi catcher. Posisi ini dilakukan untuk menangkap bola demi pitcher yang tidak dapat dipukul olehpemukul (better). Seorang pemain softball atau baseball tentu harus dibekali juga teknik atau cara menangkap yang benar, baik hasil pitching, hasil lemparan dari teman satu tim dan dari hasil pukulan baik yang Analisis Bio-mekanika Softball by jajat Darajat KN 22 22 melayang di udara atau deras menyusuri tanah atau bola yang mantul sangat keras. Bola melayang di udara ada beberapa macam apalagi bola tersebut berputar baik yang disengaja atau yang tidak disengaja.Seperti contoh hasil lemparan pitcher yang berpola yang pada dasarnya adalah untuk menyulitkan seorang pemukul (batter), bola yang tidak berpola misalnya hasil dari pukul yang tidak mudah untuk dilihat dari putarannya atau spin-nya.Hasil lemparan juga sangat tergantung dari teknik melempar dari masing-masing orang, bagaimana ciri khas atau typical-nya. Kesemua jenis bola yang melayang tadi, tentu kita tidak hanya belajar dari lempar tangkap saja tetapi ada gaya yang mempengaruhi sehingga bola tersebut harus di antisipasi dan dikuasai oleh penangkap baik menjadi seorang catcher atau seorang fielder. Bola yang bergerak sangat cepat harus ditangkap tanpa melukai atau menciderai si penangkap ini sama saja dengan gerakan meredam impact. Gerakan menangkap ini adalah seperti gerakan yang memanipulasi objek (bola), gaya yang berupa impact ini besarnya ada yang sedang-sedang saja, ada yang cukup besar, bahkan ada yang sangat besar untuk ditahan. Oleh karena itu untuk impact yang besar perlu gaya tersebut dikurangi dengan jalan meredam, menghisap atau memecahkannya.
1. Fielding fly ball (area
menangkap bola lambung)
Sebagai home run telah menjadi hal yang biasa dalam permainan fastpitch,
sehingga memiliki peluang bagi outfielder untuk mengejar pukulan fly ball dan
menangkap dengan tepat. Karena pemain mencoba untuk memukul fly ball, hal itu
membuat permainan di outfield menjadi posisi yang menantang dan sangat berharga
di tim mana pun. Seorang pemain luar harus memiliki kecepatan untuk mengkover
area lapangan, lengan yang kuat untuk melempar dengan cepat ke base
runner, dan keberanian untuk menangkap saat menabrak dinding pembatas atau
bertabrakan dengan pemain lain.
Meskipun outfielder mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan keahlian mereka
dengan tangkapan yang sangat bagus, mereka juga menghadapi bola yang jatuh ke
tanah. Fly ball dianggap hal yang biasa ketika para pemain mengatur dengan
benar dan bola jatuh dengan mudah ke dalam glove. Setiap fielder mengharapkan
fly ball ditangkap, ketika itu fielder yang lain mencoba menangkap. Meskipun
menangkap fly ball dianggap sebagai keterampilan yang sederhana, menangkap fly
ball mempunyai ketrampilan yang sulit, dan dibutuhkan banyak latihan.
1.1 Bola
Lambung (Fly ball)
Meskipun menangkap bola terbang sebagai keterampilan untuk outfielder, namun
sering juga infielder menggunakan keterampilan yang sama. Hal pertama agar
berhasil menangkap fly ball adalah melihat bola lepas dari pukulan. melihat
sudut pukulan, dan segera memperkirakan seberapa jauh fly ball tersebut.
Setelah catcher memutuskan untuk menangkap bola, segera berkomunikasi dengan
catcher lain. Dengan suara yang jelas sehingga catcher yang lain di dekat bola
dapat mendengar suara, beri tahu pada yang lain bola yang akan ditangkap dengan
kata-kata singkat dan jelas setidaknya tiga kali. Misal contohnya adalah:
"Mine, mine, mine!", yang berarti bola tersebut milik
Anda.Mengantisipasi dimana bola akan jatuh dan bergerak , menetapkan posisi
yang benar dan seimbang dengan posisi kaki depan belakang seimbang. Hal ini
penting untuk dapat bergerak ke samping serta ke depan dan kembali untuk
menyesuaikan untuk menangkap
bola. Melihat
jalur bola dan menyiapkan glove tepat pada waktunya untuk menangkap bola.
Pastikan glove berada cukup di atas bahu untuk bantalan bola saat mendarat.
Untuk membantu meminimalisir benturan bola dengan glove, letakkan glove ke arah
tubuh untuk menghalau bola pukul tersebut. Tangkaplah bola di glove dan segera
menutupnya untuk mencegah bola jatuh.
Ada berbagai cara untuk menangkap fly ball dan teknik yang paling utama bukan
satu diperlukan untuk mendapatkan hasil yang bagus. Bahkan, beberapa saat
paling mengesankan dalam pertandingan yaitu saat pemain harus membuat tangkapan
diving atau mengejar bola diri dengan memanjat pagar untuk menarik bola kembali
masuk.
1.2 Menangkap Bola Lambung (Fly Ball)
Menangkap bola lambung adalah suatu usaha dari pemain untuk
dapat menguasai bola dengan glove terhadap bola yang melambung (Fly ball), baik
dari hasil pukulan ataupun lemparan bola dari teman. Usahakan bola berada di
depan atas kepala, perhatikan dan pandangan harus selalu pada bola. Saat
menangkap bola gerakan tangan lurus ke arah bola didepan atas kepala. Bersamaan
dengan tertangkapnya bola dengan glove, tariklah lengan dan glove ke arah badan
untuk meredam bola dan tutuplah dengan tangan yang lain agar tidak
terlepas.
Menangkap Bola Lambung (Diane L. Potter,EdD dan Gretchen A.
Brockmeyer, EdD, 1999:11) Untuk meningkatkan teknik menangkap bola lambung para
pemain diberi latihan menangkap bola lambung dengan jarak 30 feet dan lemparkan
bola melambung dengan relatif mudah dikuasai dan tidak keras. Kecepatan dan
tinggi bola yang dilempar harus bervariasi. Setelah mempunyai pengalaman
menangkap bola, maka jarak dijauhkan dan jarak lemparan dengan berbagai variasi
untuk menambah kesulitan dengan mengarahkan bola di belakang, depan dan samping
posisi pemain. Latihan ini dapat juga dikembangkan dengan menjaga bola yang
dipukul sesuai dengan situasi
pemain.
Teknik gerakan dalam menangkap bola lambung terdiri
dari:a. Posisi siap (stance)
1) Berdiri sedemikian rupa
dengan posisi kaki selebar bahu.
2) Kaki agak ditekuk rileks
siap menyambut datangnya bola.
3) Badan dalam keadaan seimbang
memungkinkan untuk bergerak leluasa menangkap bola.
b. Pandangan mata
1) Pandangan menuju arah
datangnya bola dan mengikuti pergerakan bola.
c. Posisi menangkap bola
1) Bola berada di depan atas
kepala.
2) Posisi tangan lurus ke arah
bola di depan atas kepala.
d. Tangkapan
1) Saat bola masuk glove lengan
dan glove ditarik ke arah badan untuk meredam bola.
2) Menutup glove dengan tangan
yang lain agar bola tidak lepas.
Ada berbagai teknik untuk menangkap fly ball yaitu sebagai berikut:
a. Tangkapan
Satu tangan (One-Hand Catch)
Sebuah tangkapan yang sederhana, dapat menjadi keharusan atau jika tidak
dilakukan maka fielder dapat kehilangan permainan. Ketika menangkap,
menggunakan satu tangan lebih mudah karena memberikan fielder lebih lebih cepat
untuk mendapatkan bola. Ketika fielder mengejar untuk menangkap bola, harus
segera ulurkan lengan dan gunakan kecepatan serta kekuatan secara maksimal.
Kemudian membuka telapak tangan secara lebar sehingga bola dapat mendarat di
glove. Selanjutnya mengamankan bola dalam glove dengan tangan yang melempar
yaitu tangan satunya (tangan kanan). Langkah selanjutnya yaitu melemparkan
tepat kepada fielder lain dengan menurunkan pusat gravitasi, memperpendek
langkah, dan memperlambat untuk mengubah arah sehingga bola yang dilempar tepat
dengan fielder di base.
b. Keranjang
Tangkapan (Basket catch)
c. Tangkapan
Menyelam (Diving Catch)
Diving
catch atau tangkapan menyelam yang bagus adalah dengan bermain
mengesankan dan tangkapan ini sangat diingat oleh seorang pemain, tetapi cara
menangkap dengan menyelam adalah tangkapan yang sulit dan harus sering dilatih
agar tangkapan tidak sulit dilakukan. Apakah menyelam ke samping, ke depan,
atau belakang, dan hal yang harus diperhatikan yaitu fielder harus
berlari dengan kecepatan penuh sebelum menangkap. Diving catch digunakan
oleh seorang fielder ketika dia merasa tidak akan mendapatkan bola kecuali
jika fielder tersebut harus menyelam atau melakukan diving catch,
menurunkan pusat gravitasi dengan menekuk di bagian lutut, menggapai dengan
kedua lengan ke arah bola, dan melihat bola menuju ke glove. Untuk
membantu mencegah cedera, jatuhkan bagian perut dan menjaga dagu sehingga tidak
terbentur ke tanah. Jauhkan glove dari tanah jika memungkinkan. Setelah bola
tertangkap.
d. Menangkap
Dengan Punggung Tangan Menuju ke Depan (Backhand Catch)
Saat mengejar bawah bola yang jauh dari sisi glove, backhand menangkap dengan
punggung tangan ke depan merupakan cara yang harus dilakukan oleh seorang
fielder. Sementara itu fielder harus berlari mendapatkan bola, mengulurkan
glove, membuka glove dengan memutar lengan bawah dan pergelangan tangan
sehingga menghadapi bola mendekat ke glove. Fielder harus berhati-hati melihat
bola yang menuju ke glove, kemudian menutup glove dengan erat sehingga bola
aman berada di glove.
1.3 Cara
Menghindari benturan
Sebelum bola dipukul, fielder harus memahami siapa yang bertanggung jawab untuk
menangkap bola yang terlihat seolah-olah itu akan jatuh di antara pemain
fielder. Outfielder memiliki prioritas lebih terhadap pemain
infielder karena outfielder memiliki peluang menangkap lebih mudah karena
mereka yang akan mmenghalau bola. Centerfielder memiliki
prioritas terhadap fielder kiri dan kanan karena posisinya di tengah
outfield. Centerfielder juga cenderung memiliki kecepatan yang
lebih baik. Shortstop biasanya adalah infielder terdalam dan harus memiliki
prioritas untuk fly ball di sisi kiri. Penjaga base kedua harus menangani bola
paling cepat di sisi kanan dari tengah lapangan.
Setelah menentukan sistem prioritas tersebut, para fielder menyepakati sebuah
metode komunikasi ketika permainan berada dalam keadaan kesulitan untuk
menangkap bola, seseorang dapat mengambil alih dan meminta bola. Fielder
berteriak seperti "i got!" atau "saya!" atau “me!”, hal
tersebut dapat mencegah tabrakan atau benturan antara pemain dan paling tidak
berteriak tiga kali agar pemain lain jelas. Dan dengan melambaikan tangan untuk
memperingatkan Penjaga yang lain. Pemain harus menentukan siapa yang akan
menangkap bola, semua pemain lain masuk posisi mereka masing-masing, seperti
berada di base yang akan di isi runner. penjaga harus berlari memintas untuk
lemparan masuk, mem back up penjaga untuk menangkap fly ball,
atau hanya mengatakan pemain mana harus melempar bola. Hal ini membutuhkan
banyak latihan dan persiapan untuk meminimalisir terjadinya cedera.
2. Fielding Ground Ball (area menangkap bola gulir) di
outfield
2.1 Menangkap Bola Gulir (Ground Ball)
Bola gulir adalah bola yang bergulir
atau mengguling pada tanah dari hasil pukulan atau lemparan. Untuk menangkap
bola gulir harus dikuasai, dilakukan dengan menyongsongdatangnya bola dan bukan
menunggu bola ditempat. Mekanis gerakan tubuh yang dilakukan oleh pemain
softball pada teknik menangkap bola gulir adalah sebagai berikut : Letakkanlah
salah satu lutut bertumpu pada tanah, gunakan kaki yang lain dan badan untuk memblok
bola.
Bola berada di
depan badan di antara kedua kaki. Sedangkan posisi kaki kiri dalam keadaan siap
untuk lari atau berdiri. Letakkan bagian belakang glove pada tanah menghadang
datangnya bola dan siap melempar ke tempat sasaran.Untuk meningkatkan teknik
menangkap bola gulir para pemain harus dapat menguasai posisi siap dalam
menangkapbola gulir, pemain dapat bergerak melangkah ke depan, ke belakang dan
ke samping, pemain dapat melakukan tangkapan dan menutup bola dengan tangan
yang lain agar tidak lepas dan tingkatkan latihan dari yang mudah, dengan
lemparan bola yang bergulir lambat dengan jarak sedang, ke arah latihan yang
lebih sukar dengan lemparan bola gulir yang lebih keras, cepat, akurat dan
jarak yang lebih jauh.Menangkap bola gulir adalah salah salah satu teknik
paling penting untuk belajar di sofbol untuk kedua infielders dan outfielders.
Cara melakukan tangkapan bola gulir
tampak sederhana, tetapi sebenarnya memerlukan upaya yang lebih untuk para
penjaga dengan berlatih teknik seperti yang dijelaskan dalam langkah-langkah
berikut ini:1. Berdiri kuat tetapi kaki agak
memanjang karena penjaga mengantisipasi bola gulir.
2. Tempatkan
kaki kiri agak di depan kaki kanan saat.
3. Mengatur glove di
tanah pada saat bola gulir mendekati penjaga. Cobalah menempatkan glove di
tanah dengan kuat sebelum bola mendekat.
4. Siapkan lengan dan glove untuk
siap menangkap, dan tetap fokus pada bola.
5. Gunakan kedua tangan untuk
menangkap bola yang bergulir di glove sampai siap untuk
melempar ke penjaga lain.
Petunjuk:1. Selalu pastikan
kaki tetap berada di posisi yang tepat untuk melempar bola, dan perhatikan
titik-titik bahu ke arah mana seharusnya bola akan dilempar.
2. Penguasaan bola gulir harus
bergulir dengan kecepatan tinggi untuk mendapatkan permainan.
3. Selalu gunakan kedua tangan
ketika menangkap bola gulir. Penjaga harus melihat ketika bola masuk ke glove.
Outfielders adalah baris terakhir tim Anda pertahanan, dan mereka
harus dapat bola tanah lapangan yang melewati tengah lapangan. Outfielders
dapat menggunakan tiga teknik tangkas menangkap bola gulir
:a. Mengeblok bola
(blocking the ball)
b. Membentuk skop (scoop)
Teknik
ini untuk situasi do or die dalam jangka yang mengikat atau memenangkan
berusaha untuk mencetak gol dan pemain luar harus membuat lemparan cepat ke
tengah lapangan. Ini metode paling berisiko dari sebuah ketrampilan grounder yang
harus digunakan hanya dalam situasi di mana permainan akan hilang jika penjaga
tidak mendapatkan bola dengan cepat. Outfielder menghalau bola
dan menangkap dengan berbentuk scoop dengan glove saat
beraktivitas. Bola harus menerjunkan ke luar glove menyentuh tanah. Pemain
kemudian gagak melompat dari kaki melempar untuk melakukan lemparan.
c. Gaya di infield (infield
style)
Teknik
ini digunakan ketika ada kesempatan untuk melemparkan pelari keluar. Pemain
luar ini mendapatkan di belakang bola dan bidang itu seperti infielder, dengan
tangan lembut. Pemain harus menjaga tubuh di belakang bola untuk membantu blok
itu jika itu membutuhkan hop buruk .2.2 Lompat dan lempar (skip and
throw)
Teknik lompat dan lempar akan membantu menyingkirkan
pemain bola cepat setelah mereka memukulnya. Sementara bantalan bola ke glove
posisi badan siap menangkap. Dengan mata difokuskan pada target dan glove di
tengah dada, pemain melompat ke depan dan bersiap untuk melempar. Tangan
melempar, lengan memanjang ke bawah dan kembali dalam posisi yang nyaman dan
santai. Mendorong kaki dari belakang, kemudian penjaga melemparkan di
atasnya, bahu bergerak dan lengan melempar ke depan dengan cepat. Sebuah
lemparan pada pergelangan tangan yang kuat pada titik rilis akan menghasilkan
akurasi yang lebih baik, lemparan sekejap dapat digunakan. Untuk
menindaklanjuti lemparan, bahu bersiap melempar menuju sasaran dan mengangkat
kaki belakang dari tanah. Momentum pemain harus maju ke arah
lemparan.SUMBER: Noren, Rick.2005. Softball
Fundamentals. United States of America: Human Kinetics.Staff UNY. “Teknik
Lempar Tangkap dan Pukul”. http://staff.uny.ac.id
/sites/default/files/TEKNIK%20LEMPAR%20TANGKAP%20DAN%20PUKUL.pdfDiakses: 8 Juni
2012.
Langganan:
Postingan (Atom)
